wahyu njededeg

Kenanglah apapun yang pernah kau rasakan

Satu Tahun…. (sebuah giveaway)

pada Maret 25, 2012

Jalan hidup memang terkadang tidak sejalan dengan apa yang kita harapkan. Suatu musibah ataupun cobaan pun terkadang datang tanpa kita sadari ciri-ciri kehadirannya. Menjelang satu tahun gempa Tohoku. Tragedi yang terjadi genap satu tahun yang lalu. Sebuah tragedi tragis yang mungkin saja perih dan lukanya masih tertinggal hingga sampai saat ini. Musibah yang hanya terjadi beberepa saat tetapi meninggalkan bekas luka, ukiran airmata, bahkan kegoyahan rasa. Bukankah tidak ada satu orangpun yang menginginkan peristiwa ini terjadi? Tapi inilah adanya. Tuhan berkata lain, dan inilah suratan yang tidak terduga-duga yang harus kita jalani dan diterima dengan lapang dada. Tanah bergoyah menengadah. Rumah-rumah bergerak berirama senada dengan gerak tanah. Pohon-pohon bertumbangan, binatang-binatang berlari-larian, burung-burung terbang tiada batas. Genting-genting berjatuhan. Rumah-rumah roboh satu demi satu. Orang-orang berebut keluar ruangan, berbondong-bondong melarikan diri. Meninggalkan harta kekayaan yang mungkin sudah di usahakan selama bertahun-tahun dan berharap agar bisa selamat walau semua kemegahan dan kemewahan duniawi akan terengguk dalam selang waktu beberapa saat. Terdengar bergemuruh teriak-teriakan dan isak tangis yang semakin membahana. Membuat mereka lupa dengan sanak keluarga karena mereka sibuk menyelamatkan dirinya sendiri. Tetapi inilah saatnya, disaat-saat seperti itu kita baru merasakan betapa nikmatnya sehat dan betapa bahagia hidup dengan harta yang melimpah. Hidup bukanlah jalan datar dan lurus yang bias dihadapi dengan mudah. Tetapi serupa dengan batu terjalan besar yang menghadang dan kita dituntut untuk menghadapinya. Kita coba menoleh kebelakang, mengingat semua hal yang pernah kita lakukan. Semua ada hikmahnya dan jadikan saja sebuah musibah sebagai suatu hikmah baru bagi kita. Rasa takut dan frustasi mungkin saja masih tersisa hingga saat ini, sebuah tekanan mencekam dalam birahi. Seua tidak perlu disesali. Ini cobaan. Dan keselamatanlah yang patut kita syukuri. Tidak perlu diingkari, segalanya bisa dipelajari bahkan dijadikan sebagai motivasi. Mengambil hikmah dan memandang suatu hal dari sisi positifnya memang suatu hal yang sulit. Tetapi, salahkah kita mencoba? Mungkin inilah jalan Tuhan yang sudah digariskan dan ditakdirkan. Membuat kita sadar ketika kita lengah dengan kesibukan dan kemewahan duniawi tanpa kita mengingat keberadaan Tuhan. Bukankah itu suatu hal yang berjalan secara harfiah jika sebenarnya manusia memang butuh peringatan ketika berada pada zona yang memprihatinkan. Renungkan sejenak, fikirkan sautu kejadian di masalalu dan membuka suatu hal buruk di masalalu yang benar-benar inign kita lupakan. Perbaiki dan jalankan sesuatu hal yang menurut kita bermanfaat.

Tidak usah berkecil hati untuk kawan-kawan yang kehilangan rusah, harta benda, ataupun sanak keluarga. Kita kenang semuanya, kita do’akan mereka yang sudah tiada agar mendapatkan tempat yang layak di akhirat. Memulai kehidupan baru, mencoba berdiri. . . lupakan masalalu sejenak. Tatap masa depan, dan percayakan kepada mata dan hati kita jika kita bisa bangkit dari duka yang telah lalu. Ingat, Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luat batas kemampuan hambanya. Jadi, optimislah. . . menjadi yang lebih baik.

 

Tulisan ini diikutkan pada Giveaway Satu Tahun dari blog celoteh .:tt:.

Iklan

5 responses to “Satu Tahun…. (sebuah giveaway)

  1. eksak berkata:

    Paragraf motivasi yang menggugah semangat dan sukses buat kontesnya! 😉

  2. yustha tt berkata:

    Tuhan tidak memberi cobaan di luar kemampuan hambaNya.
    Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: